Monday, May 24, 2021
Friday, April 2, 2021
Catat
Impianmu, Maksimalkan Usahamu, Dan Langitkan Do’amu
Ratu
Madaniyyah (ratumadaniyyah@gmail.com)
Teringat
jelas bayangan empat tahun yang lalu, yaitu masa-masa dimana saya hampir putus
asa, hampir menyerah dan pasrah. Hari itu seharusnya menjadi hari bahagia bagi
saya dan beberapa teman kelas saya. Pengumuman siapa saja siswa yang bisa
mengikuti SNMPTN baru saja dilangsungkan dua hari sebelumnya. Belum sempat saya
memilih Universitas mana yang akan saya arungi, datanglah kabar bahwa saya dan
teman-teman kelas tidak bisa menikmati jalur undangan itu. Hanya saya dan
teman-teman kelas saya, sedangkan teman-teman kelas lain masih bisa menggapai
mimpinya melalui jalur SNMPTN. Alasannya kenapa? Karena saya jurusan IIK
(Ilmu-Ilmu Keagamaan).
Satu-satunya
jalan yang bisa menjembatani saya untuk menginjakkan kaki di PTN pupus sudah. Saya
sempat down, kecewa, dan sedih. Tapi dari peristiwa ini saya belajar bahwa
akan ada banyak hal tak terduga dalam kehidupan. Mungkin saja Allah menyiapkan jalan
terbaik menurut-Nya untuk mengabulkan do’a-do’a kita. Dan saya mengalami hal
itu. Alhamdulillah setelah bangkit dan berjuang selama dua bulan, Allah mengizinkan
saya untuk belajar di jurusan dan Universitas yang saya inginkan melalui jalur
SBMPTN, Pendidikan Bahasa Arab Universitas Negeri Jakarta.
Sejak
menduduki bangku TPA, pelajaran bahasa Arab sudah menjadi pelajaran favorit
saya. Saya dikenalkan dengan kosakata-kosakata dasar dan Arab Pegon/Jawi. Dari situ
lah benih-benih kecintaan saya terhadap bahasa Arab mulai tumbuh. Setelah berada
di jurusan yang saya inginkan, ternyata mendalami bahasa Arab tidak semudah
yang dibayangkan, dan modal cinta saja tidak cukup, hehe. Ada banyak halangan
dan rintangan. Salah satu contohnya adalah ketika teman-teman lulusan pondok
pesantren lebih cepat memahami penjelasan dosen dibanding saya. Oleh karena
itu, saya harus belajar lebih ekstra dan lebih lama dibanding mereka. Jika
mereka belajar 5 jam lamanya, maka saya harus belajar 7 jam.
Selain
itu, salah satu penunjang yang sangat membantu saya adalah Asrama Mathla-Qu
UNJ. Di asrama ini lah saya dididik dan dibimbing. Menghafalkan banyak
kosakata, latihan berbicara dengan menggunakan bahasa Arab, bahkan seringkali
didatangkan pengajar berbangsa Arab, jadi bisa sambil latihan istima’
(menyimak) juga. Apa-apa yang tidak saya ketahui atau belum saya pahami di
kelas selalu saya tanyakan di sini. Dan Alhamdulillah atas izin Allah segala
sesuatunya dimudahkan. Sebenarnya saya bukan orang yang terlalu ambisius, hanya
saja saya tidak ingin mengecewakan orangtua, keluarga dan orang-orang yang
sudah banyak mendo’akan saya. Saya harus menyelesaikan apa-apa yang sudah saya
mulai. Selama hal itu baik, saya yakin Allah selalu membersamai saya.
Menjadi
lulusan terbaik di Prodi Pendidikan Bahasa Arab dan lulus 3,5 tahun merupakan sebuah
kebanggaan bagi saya. Saya persembahkan ini semua hanya untuk kedua orangtua
saya. Merekalah sumber kekuatan dan penyemangat ketika lelah. Saya memiliki
satu kebiasaan yang saya lakukan sejak SMA yaitu mencatat impian-impian di buku.
Kebiasaan ini cukup ampuh menjadi pengingat ketika saya mulai lengah. Saya hampir
lupa berapa orang yang pernah meminjam buku kuliah saya. Mereka pasti membuka dan
melihat halaman pertama ini. Mungkin saja dari sekian impian saya yang terjwujud
itu karena do’a-do’a mereka.
Merasa
lelah itu wajar, beristirahatlah sejenak dan jangan lupa lanjutkan kembali
perjuangan yang telah dimulai. Ingat-ingat tujuan dan impian kita ketika berada
di suatu tempat. Maksimalkan setiap langkah dan usaha agar hasilnya tidak
mengecewakan. Kemudian sempurnakan dengan banyaknya do’a yang dilangitkan. Satu
kuncinya, selalu yakin dalam hati dan jangan sisakan sedikit ruang pun untuk ragu.
Semoga Allah senantiasa memudahkaan, Aamiin😊
