Sunday, February 16, 2020

BUANG MALESNYA!” Setiap kali merasa nge-down atau ngeluh karna skripsi yang tak kunjung selesai

BUANG MALESNYA!” Setiap Kali Merasa Nge-Down dan Ngeluh
Karna Skripsi yang Tak Kunjung Selesai
Oleh : Tutik Cholisotin (tutikcholisotin@gmail.com)

Semenjak saya memasuki jenjang Madrasah Aliyah, dari situlah pikiran saya semakin terbuka untuk memikirkan masa depan, keinginan bisa kuliah di PTN mulai muncul, keinginan untuk selalu mendapatkan juara kelas saat itu juga semakin tertanam dalam diri. Naik kelas 11 keinginan untuk bisa kuliah semakin menjadi, dan selama sekolah saya selalu bersemangat untuk mendapatkan nilai bagus dan peringkat di kelas. Jujur, saya bukanlah anak yang cerdas, setiap kali akan menghadapi ulangan atau ujian saya harus benar-benar meluangkan waktu untuk mereview pelajaran. Beda dengan temen2 yang memang notabene nya pintar, ketika ujian tanpa belajar bisa mendapatkan nilai bagus, tapi saya tidak. saya butuh waktu untuk sendiri dan mengulang pelajaran sampai bener2 paham. Lulus dari MA Alhamdulillah saya diterima di kampus Negeri, yang bertempat di Ibu Kota dan jauh dari keluarga. Bermodalkan niat dan izin dari orang tua saya berangkat seorang diri merantau ke Jakarta. Masih teringat betul tangis ibu saat pertama kali berpisah di stasiun, hari itu pula saya berjanji dalam hati akan belajar sungguh-sungguh mencari ilmu dan akan membuatnya bangga suatu hari nanti. Satu semester berjalan semuanya terlampaui dengan baik, saya mulai bisa beradaptasi dengan lingkungan, kampus, dan teman-teman baru selama kuliah.
Hari-hari menjadi mahasiswa baru saya menikmati proses belajar di dunia perkuliahan, membeli binder, dan tak lupa mengisi tempat pensil dengan stabilo, pulpen warna-warni dan sticky note size 7x7 cm. selalu mencatat setiap penjelasan yang dosen sampaikan dan meresume materi di kertas adalah hobi tersendiri. Suka bingung kalau ditanya orang hobinya apa, karna ngga punya hobi yang pasti. Dulu sempet suka baca novel, lalu berubah jadi suka nulis, dan sekarang netral. Kalau untuk menghadapi UTS dan UAS saya paling suka baca dari tulisan sendiri, terkecuali memang pelajarannya kita sudah betul-betul paham cukup dibaca ulang dari buku cetak yang ada. Tapi kalau untuk materi yang banyak dan waktu belajar yang minim saya selalu meresume satu minggu sebelum jadwal UTS/UAS itu tiba, yang saya inget saat UAS mata kuliah PPBA (Perencanaan Pengajaran Bahasa Arab) di semester 3, bukunya tebal dan materi yang dikeluarkan dari awal sampai akhir. Membayangkan merangkum satu buku penuh adalah hal yang menjenuhkan, tapi saya paksakan. Tepat satu minggu sebelum UAS saya meresume dari bab 1-terakhir dengan bahasa sendiri dan hanya saya tulis kata kuncinya. Kalau tidak salah dari 1 buku jadi 5 lembar bolak-balik kertas HVS putih. Dan saat ujian tiba .. ya Allah senengnya, soal yang keluar semuanya ada di rangkuman yang saya buat. Alhamdulillah menjawab soal jadi mengalir seperti menyusun essay. Hehe .. Setiap orang pasti punya cara dan versi belajarnya masing-masing, dan seperti yang saya katakan di awal. Saya bukanlah orang yang cerdas, jadi untuk menghadapi UTS/UAS saya harus mempersiapkannya dengan matang, belajar kebut-kebutan, bahkan begadang adalah rutinitas selama pekan ujian.
Untuk organisasi saya pernah mengikuti Organisasi LDF selama dua periode, dan saya bukan pengurus BEM. Untuk menghadapi Skripsi yang kata mahasiswa adalah hal paling menakutkan, memang dibutuhkan niat dan usaha yang sungguh-sungguh. Awal semester 7 saya selalu minta do’a ke orang tua agar proses menyusun skripsi dan bimbingan diberi kelancaran. Salah kalau kita selalu berharap hasil yang baik dengan proses yang lancar pula, pasti ada masa sulit yang harus terlewati. Bulan kedua bimbingan skripsi semangat saya mulai naik turun, merasa takut kalau tidak berhasil menyelesaikan skripsi di semester ini. Tanggal 27 Desember 2019 saat itu pula saya tulis note  di layar HP “Semangat skripsian. Cepet selesai cepet wisuda. Januari selesai Maret Wisuda. Kamu Wisuda keluarga ke Jakarta. BUANG MALESNYA!” Setiap kali merasa nge-down atau ngeluh karna skripsi yang tak kunjung selesai saya buka layar hp agar kembali  bersemangat. Kunci dari bimbingan adalah Rajin. Rajin ke perpus, nyari jurnal, nyari tambahan referensi, dan usahakan buka laptop setiap hari. Jangan lupa buat targetan selama menyusun skripsi, misalnya : akhir bulan November harus selesai bab 3. Pekan pertama bulan Desember harus selesai bab 4, dst. Mau tidak mau skripsi harus diprioritaskan, dan jangan lupa cari teman yang bisa saling ngasih semangat selama proses menyusun skripsi. Rajin konsultasi ke dosen pembimbing, jangan takut untuk bimbingan, dan usahakan setiap pekan selalu ada jadwal menemui dospem. Beberapa hari sebelum sidang saya off mengajar privat, dan berusaha fokus untuk memahami skripsi yang telah selesai saya susun. Rasa takut pasti ada, tapi dengan do’a dan selalu semangat untuk berusaha yang terbaik, berkat dukungan orang tua, kedua dosen pembimbing yang sudah memberikan banyak waktunya dan sangat sabar dalam membimbing saya, dan juga teman-teman yang selalu memberikan motivasi, Alhamdulillah semua proses bisa terlewati dengan baik. Dulu bisa lulus 3,5 tahun adalah mimpi, Tapi maha baiknya Allah yang membuatnya nyata saat ini. Saya bisa, kamu apalagi! SEMANGAT!!

No comments: